Text
Menebar Toleransi Menyemai Harmoni
Toleransi mati, kekerasan terbeli. Tindak kekerasan dan konflik yang terjadi di masyarakat merupakan akibat matinya toleransi. Ruang untuk saling memahami dan menghargai sirna akibat kepentingan primordial yang lebih mengemuka dan menegaskan eksistensi yang lain (the others).
Toleransi hadir untuk saling menghargai agar realitas tetap eksis dengan segala warna-warninya. Begitupun eksistensi sebuah bangsa yang hadir di atas keragaman ras, suku, budaya, dan agama. Ia akan semakin kokoh ketika keragaman itu bersinergi dalam rangkaian interaksi untuk saling mengisi dan melengkapi. Dari sana kita bisa menyemai harmoni.
Harmoni bukan homogenisasi yang menafikan kompetisi. Ia justru menjadi ajang pertaruhan untuk menghadirkan segala asa menjadi nyata, termasuk asa terhadap perdamaian dan kesejahteraan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain